Lampu navigasi adalah lampu wajib pada kapal yang memberitahu kapal lain di malam hari atau saat jarak pandang terbatas: di mana posisi kapal itu, ke arah mana ia bergerak, seberapa besar ukurannya, dan sedang melakukan apa.
- Lima Lampu Dasar dan Sudut Pancarnya
- Membaca Arah Kapal Lain dari Lampunya
- Jarak Tampak Ditentukan Panjang Kapal
- Lampu Bukan Hanya untuk Malam Hari
- Pemasangan Menentukan Sah atau Tidaknya
- Lampu LED: Lebih Hemat, Tetapi Ada Syaratnya
- Kelistrikan dan Cadangan
- Perawatan Berkala
- Data yang Perlu Disiapkan Sebelum Membeli
- Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Apa itu lampu navigasi kapal?
- Kenapa lampu sisi berwarna merah dan hijau?
- Apa artinya jika terlihat lampu merah dan hijau bersamaan?
- Kapan lampu navigasi harus dinyalakan?
- Berapa jarak tampak minimum lampu navigasi?
- Apakah boleh memakai lampu LED biasa sebagai lampu navigasi?
- Kesimpulan
Kuncinya ada pada satu gagasan yang sering tidak disadari: setiap lampu hanya terlihat dari sudut tertentu. Dari kombinasi lampu mana yang terlihat dan mana yang tidak, seorang nakhoda dapat menyimpulkan arah gerak kapal lain tanpa melihat bentuk kapalnya sama sekali.
Aturan yang mengatur hal ini adalah Peraturan Internasional untuk Mencegah Tubrukan di Laut, yang umum disebut COLREG. Angka-angka dalam artikel ini mengacu pada aturan tersebut.
Lima Lampu Dasar dan Sudut Pancarnya
Sudut Pancar Lampu Navigasi (Dilihat dari Atas)
haluan di atas, buritan di bawah
MERAH kiri
112,5°
HIJAU kanan
112,5°
PUTIH buritan — 135°
PUTIH tiang — 225° ke depan
225° + 135° = 360°
tidak ada celah gelap
Merah + hijau bersama
= kapal menuju ke arah Anda
Putih saja = kapal menjauh
Tanpa sekat pemisah, merah dan hijau saling bocor dan kapal lain salah membaca arah Anda.
| Lampu | Warna | Sudut pancar | Letak dan artinya |
|---|---|---|---|
| Lampu tiang | Putih | 225 derajat | Di garis tengah kapal, memancar ke depan sampai 22,5 derajat di belakang lambung kedua sisi |
| Lampu sisi kanan | Hijau | 112,5 derajat | Di sisi kanan, dari lurus depan sampai 22,5 derajat di belakang lambung |
| Lampu sisi kiri | Merah | 112,5 derajat | Di sisi kiri, dengan sudut yang sama |
| Lampu buritan | Putih | 135 derajat | Di buritan, 67,5 derajat ke tiap sisi dari lurus belakang |
| Lampu keliling | Sesuai keperluan | 360 derajat | Terlihat dari segala arah, misalnya saat berlabuh jangkar |
Perhatikan penjumlahan yang rapi ini: 225 derajat lampu tiang ditambah 135 derajat lampu buritan tepat menjadi 360 derajat. Artinya dari arah mana pun kapal dilihat, selalu ada satu lampu putih yang terlihat, tanpa ada celah gelap.
Angka 22,5 derajat juga bukan angka acak. Dalam pembagian kompas lama, satu titik kompas sama dengan 11,25 derajat, sehingga 22,5 derajat berarti tepat dua titik kompas di belakang lambung.
Untuk kapal berukuran kurang dari 20 meter, lampu sisi merah dan hijau boleh digabung dalam satu lentera yang dipasang di garis tengah kapal.
Selain itu ada lampu kuning untuk kapal yang sedang menunda, dengan sifat pancar sama seperti lampu buritan, serta lampu berkedip yang berkedip 120 kali atau lebih per menit.
Membaca Arah Kapal Lain dari Lampunya
Inilah kegunaan sebenarnya dari pembagian sudut tadi. Dari lampu yang terlihat, arah gerak kapal lain bisa langsung disimpulkan.
| Yang Anda lihat | Artinya |
|---|---|
| Merah dan hijau bersama, dengan putih di atasnya | Kapal bergerak lurus ke arah Anda |
| Hanya hijau | Anda melihat sisi kanannya; kapal bergerak dari kiri ke kanan |
| Hanya merah | Anda melihat sisi kirinya; kapal bergerak dari kanan ke kiri |
| Hanya putih tanpa warna | Anda berada di belakangnya; kapal bergerak menjauh |
| Dua putih sejajar tegak | Kapal cukup panjang; lampu tiang depan lebih rendah dari belakang |
| Putih keliling saja, tanpa lampu sisi | Kapal sedang berlabuh jangkar, tidak bergerak |
Baris pertama adalah keadaan yang paling menuntut perhatian: melihat merah dan hijau sekaligus berarti kapal itu menghadap tepat ke arah Anda.
Baris kelima berguna untuk memperkirakan ukuran. Dua lampu tiang bertingkat menandakan kapal yang panjang, dan jarak antar keduanya memberi petunjuk kasar tentang panjangnya.
Jarak Tampak Ditentukan Panjang Kapal
Aturan menetapkan jarak minimum di mana setiap lampu harus masih terlihat, dan angkanya bergantung pada panjang kapal. Semakin besar kapal, semakin jauh lampunya harus terlihat.
Untuk kapal sepanjang 50 meter atau lebih, jarak minimumnya sebagai berikut:
| Lampu | Jarak tampak minimum |
|---|---|
| Lampu tiang | 6 mil laut |
| Lampu sisi | 3 mil laut |
| Lampu buritan | 3 mil laut |
| Lampu tunda | 3 mil laut |
| Lampu keliling putih, merah, hijau, atau kuning | 3 mil laut |
Untuk kapal yang lebih pendek, angka-angkanya lebih kecil dan dibagi lagi menurut kelompok panjang. Karena itu ukur dulu panjang kapal Anda, lalu cocokkan dengan kelompok panjang pada aturan sebelum membeli lampu. Memasang lampu dari kelompok yang salah membuat kapal tidak memenuhi ketentuan meski lampunya menyala.
Satu hal yang menjelaskan kenapa jarak ini bisa dihitung: angka-angka tersebut disusun dengan asumsi jarak pandang cuaca sekitar 13 mil laut. Dalam kabut atau hujan lebat, jarak tampak sebenarnya jauh lebih pendek, dan itulah sebabnya lampu saja tidak pernah cukup sebagai pengganti kewaspadaan.
Lampu Bukan Hanya untuk Malam Hari
Kesalahpahaman yang umum: lampu navigasi hanya dinyalakan setelah gelap.
Aturannya menetapkan lampu dinyalakan dari matahari terbenam sampai matahari terbit, dan juga pada siang hari ketika jarak pandang terbatas, seperti saat kabut, hujan lebat, atau asap tebal. Pada kondisi itu lampu tetap wajib menyala meski hari masih terang.
Aturan yang sama juga melarang menyalakan lampu lain yang dapat disalahartikan sebagai lampu navigasi, atau yang silaunya mengganggu pengamatan. Lampu dek yang terlalu terang, lampu hias berwarna merah atau hijau, dan sorot yang mengarah keluar dapat membuat kapal lain salah membaca posisi Anda.
Pemasangan Menentukan Sah atau Tidaknya
Lampu yang benar tetapi dipasang keliru sama saja dengan tidak memenuhi aturan, karena sudut pancarnya menjadi salah.
| Kesalahan pemasangan | Akibatnya |
|---|---|
| Lampu sisi tidak di sisinya, digeser ke tengah | Sudut pancar melenceng, kapal lain salah membaca arah |
| Tidak ada sekat pemisah pada lampu sisi | Merah dan hijau saling bocor ke sisi seberang |
| Lampu terhalang tiang, tenda, atau muatan | Muncul celah gelap pada sudut tertentu |
| Lampu tiang terlalu rendah | Terhalang bangunan kapal sendiri |
| Memakai lampu biasa yang dicat warna | Warna dan jarak tampak tidak sesuai ketentuan |
| Awak atau penumpang berdiri menutupi lampu | Kapal lain kehilangan sebagian informasi |
Sekat pemisah pada lampu sisi layak dijelaskan. Sekat itulah yang memastikan lampu hijau benar-benar berhenti tepat di garis depan kapal dan tidak terlihat dari sisi kiri. Tanpa sekat, kapal lain bisa melihat hijau dan merah bersamaan lalu mengira kapal Anda menuju ke arahnya, padahal tidak.
Periksa juga halangan pada kondisi nyata, bukan hanya saat kapal kosong di dermaga. Muatan tinggi, tenda terpasang, atau kapal yang sedikit miring dapat menutupi lampu yang tadinya terlihat bebas.
Lampu LED: Lebih Hemat, Tetapi Ada Syaratnya
Banyak kapal mengganti lampu navigasi lama dengan LED. Penghematan dayanya nyata, terutama pada kapal kecil yang bergantung aki. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
- Pastikan unitnya memang lampu navigasi bersertifikat, bukan lampu LED biasa berwarna. Warna dan sebaran cahayanya harus memenuhi ketentuan.
- Periksa jarak tampak yang dinyatakan dan cocokkan dengan kelompok panjang kapal Anda.
- LED tetap bisa meredup seiring usia, dan penurunannya bertahap sehingga tidak terasa. Periksa berkala, jangan hanya menunggu mati total.
- Perhatikan tegangan kerjanya dan kestabilan listrik kapal, karena lonjakan tegangan merusak rangkaian di dalamnya.
- Bila mengganti sebagian saja, perbedaan warna antara LED baru dan lampu pijar lama bisa terlihat mencolok.
Satu hal yang menguntungkan: konsumsi daya LED yang jauh lebih kecil meringankan beban aki, sehingga kapal kecil dapat menyalakan lampu lebih lama tanpa mengganggu pasokan listrik untuk peralatan lain.
Kelistrikan dan Cadangan
Lampu navigasi termasuk peralatan yang kegagalannya berakibat serius, sehingga sisi kelistrikannya perlu diperlakukan serius pula.
- Sediakan lampu cadangan di atas kapal, beserta sekring dan bohlam penggantinya.
- Beri pengaman tersendiri untuk jalur lampu navigasi, terpisah dari beban lain.
- Periksa sambungan terhadap korosi. Udara laut mengikis terminal, dan sambungan berkarat membuat lampu meredup atau padam.
- Gunakan kabel berukuran memadai. Kabel terlalu kecil pada jalur panjang menurunkan tegangan sehingga lampu tidak seterang seharusnya.
- Uji semua lampu sebelum berangkat, bukan setelah gelap di tengah laut.
- Pertimbangkan pemantau lampu yang memberi tanda bila salah satu lampu padam, karena dari ruang kemudi lampu tiang sering tidak terlihat.
Butir terakhir menutup kelemahan yang nyata: nakhoda sering tidak tahu lampu tiangnya padam, karena dari posisinya lampu itu memang tidak terlihat.
Perawatan peralatan kapal lain yang juga menghadapi udara laut dibahas pada panduan sea water pump.
Perawatan Berkala
| Interval | Yang dilakukan |
|---|---|
| Sebelum setiap keberangkatan | Nyalakan dan periksa seluruh lampu satu per satu |
| Berkala | Bersihkan kaca lampu dari garam dan jelaga |
| Berkala | Periksa sekat pemisah lampu sisi masih pada tempatnya |
| Berkala | Periksa sambungan dan terminal terhadap korosi |
| Berkala | Periksa halangan baru: tenda, antena, muatan |
| Berkala | Pastikan persediaan bohlam dan sekring cadangan lengkap |
Kaca yang berkerak garam menurunkan jarak tampak tanpa disadari, karena lampu tetap terlihat menyala dari dekat. Membersihkannya adalah perawatan termurah yang langsung mengembalikan jarak tampaknya.
Data yang Perlu Disiapkan Sebelum Membeli
- Panjang kapal, karena inilah yang menentukan jarak tampak dan susunan lampu yang diwajibkan.
- Jenis kapal dan cara penggeraknya: bermesin, layar, atau didayung.
- Daerah pelayaran dan ketentuan yang berlaku di sana.
- Tegangan listrik kapal.
- Tempat pemasangan dan kemungkinan halangan di sekitarnya.
- Apakah kapal melakukan kegiatan khusus seperti menunda atau menangkap ikan.
- Apakah dibutuhkan sertifikat untuk pemeriksaan.
Butir pertama dan terakhir paling menentukan. Untuk kapal yang tunduk pada pemeriksaan, pastikan lampu yang dibeli disertai dokumen yang dibutuhkan, dan tanyakan hal itu sejak tahap penawaran, bukan setelah terpasang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu lampu navigasi kapal?
Lampu navigasi adalah lampu wajib pada kapal yang memberitahu kapal lain tentang posisi, arah gerak, ukuran, dan kegiatan kapal tersebut saat malam hari atau ketika jarak pandang terbatas. Setiap lampu hanya terlihat dari sudut tertentu, sehingga kombinasi lampu yang terlihat menunjukkan arah kapal.
Kenapa lampu sisi berwarna merah dan hijau?
Hijau menandai sisi kanan dan merah menandai sisi kiri kapal. Karena masing-masing hanya memancar 112,5 derajat ke sisinya, warna yang terlihat langsung memberitahu sisi mana yang sedang Anda hadapi, dan dari situ arah gerak kapal bisa disimpulkan.
Apa artinya jika terlihat lampu merah dan hijau bersamaan?
Berarti Anda berada tepat di depan kapal itu dan kapal tersebut menghadap ke arah Anda. Ini keadaan yang paling menuntut perhatian dan tindakan sesuai aturan menghindari tubrukan.
Kapan lampu navigasi harus dinyalakan?
Dari matahari terbenam sampai matahari terbit, dan juga pada siang hari ketika jarak pandang terbatas seperti kabut, hujan lebat, atau asap tebal. Pada kondisi itu lampu tetap wajib menyala meski hari masih terang.
Berapa jarak tampak minimum lampu navigasi?
Bergantung panjang kapal. Untuk kapal 50 meter atau lebih, lampu tiang harus terlihat sampai 6 mil laut, sedangkan lampu sisi, lampu buritan, lampu tunda, dan lampu keliling sampai 3 mil laut. Kapal yang lebih pendek memiliki angka lebih kecil menurut kelompok panjangnya.
Apakah boleh memakai lampu LED biasa sebagai lampu navigasi?
Sebaiknya tidak. Lampu navigasi harus memenuhi ketentuan warna, sudut pancar, dan jarak tampak. Lampu LED biasa berwarna merah atau hijau umumnya tidak memenuhi ketentuan tersebut, dan pemakaiannya dapat membuat kapal lain salah membaca posisi Anda.
Kesimpulan
Lampu navigasi bekerja lewat sudut pancar, bukan sekadar warna. Lampu tiang 225 derajat ditambah lampu buritan 135 derajat menutup lingkaran penuh, sementara lampu sisi merah dan hijau masing-masing 112,5 derajat memberitahu sisi mana yang sedang terlihat.
Karena itu pemasangan menentukan sah atau tidaknya: lampu yang benar tetapi digeser dari tempatnya, tanpa sekat pemisah, atau terhalang muatan akan memberi informasi yang keliru kepada kapal lain. Periksa pula pada kondisi kapal bermuatan, bukan hanya saat kosong di dermaga.
Angka dan ketentuan dalam artikel ini mengacu pada aturan pencegahan tubrukan yang berlaku umum dan dapat diperbarui. Untuk kapal yang tunduk pada pemeriksaan, cocokkan dengan ketentuan resmi yang berlaku dan persyaratan dari pihak berwenang di wilayah pelayaran Anda.
Distributor Resmi Pompa Wilo dan Pompa Grundfos dengan jangkauan produk pompa yang lebih luas. Solusi terbaik penyediaan pompa air bergaransi.
Distributor ResmiPompa Wilo & GrundfosBergaransi ResmiJangkauan Nasional
WhatsApp | Website |






